Sistem Nama Domain atau yang kamu mungkin pernah mendengarnya sebagai Domain Name System (DNS), bukan sistem yang jatuh dari langit begitu saja atau ditemukan dalam satu malam. Nama Domain memiliki sejarah perkembangan yang tidak singkat, begitu pula dinamika selanjutnya. Inilah yang membuat nama domain bertahan selama puluhan tahun menyangga infrastruktur dunia internet kita yang ibarat seperti planet Cybertron ini, semua sistem perkabelan, teknologi otomatisasi dan infrastruktur di balik layarlah yang menopang internet kita sampai sekarang, bahkan tanpa kita sadari sekalipun seperti roda yang berputar di mobil kita. Tanpa roda itu, mobil kita hanyalah sampah artistik yang canggih dengan segudang fitur, tapi tidak akan dapat dipakai karena tidak bisa memindahkan kita dari satu tempat ke tempat lain.
Kita mulai secara teori dulu. Domain Name System (DNS) adalah sistem basis data terdistribusi yang digunakan untuk nama komputer pada jaringan yang memanfaatkan TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol ). DNS membantu memetakan nama suatu komputer ke alamat Internet Protocol (IP Adress). DNS seringkali digunakan dalam sistem Website Browser dan Email karena sifatnya yang mudah diingat, konsisten serta sederhana. Setiap Website terpetakan dalam IP Adress masing-masing yang terdiri dari kumpulan angka dan titik yang statis. Untuk memudahkan mengingat alamat Website tersebut, Nama Domain memiliki peran yang penting. Nama Domain apabila dianalogikan berfungsi layaknya nomor telepon yang perlu dipanggil untuk terhubung dengan pemiliknya.
Sehingga, Nama Domain adalah kumpulan karakter yang menggambarkan identitas suatu Website di internet. Nama Domain difungsikan untuk menampilkan fungsi teknis yang memberi kemudahan kepada pengguna internet dalam mencari suatu Website. Sehingga pengguna internet dapat memanfaatkan Nama Domain seperti alamat di internet tanpa harus membuka Internet Protocol (IP Adress) yang sangat sulit diingat karena terdiri dari angka dan titik. Dalam perkembangannya, Nama Domain menjadi sangat dibutuhkan baik untuk keperluan bisnis maupun sekedar representasi dari identitas pribadi. Kalau kamu masih bingung, kamu bisa kembali menyimak di post tentang alamat website ini. Tapi di kesempatan ini, ada beberapa hal yang perlu kita kupas untuk menambah wawasanmu seputar nama domain.
Top Level Domain (TLD)
Ini adalah semacam sebutan khusus untuk nama-nama domain yang memiliki kedudukan yang spesial di mata mesin pencari (sekaligus bagi masyarakat). Mengapa demikian? Domain-domain yang disebut sebagai TLD ini memiliki popularitas tiada tara. Dia seringkali menjadi preferensi ketika perusahaan atau orang membuat website. Beberapa bahkan benar-benar memiliki reputasi yang “Top” karena sudah lahir sejak pertama kali konsep website dipopulerkan, seperti .com, .org atau .net. Selain memiliki pengguna yang sangat banyak sehingga Google cenderung mendorong TLD-TLD ini di halaman pertama hasil pencarian, juga cukup familiar bagi masyarakat.
Orang warung di depan gangmu pasti pernah mendengar website dengan ekstensi .com setidaknya sekali seumur hidupnya, dibandingkan dengan ekstensi tidak populer seperti .biz atau .work, atau bahkan ekstensi domain “keren” yang sering dibundling oleh perusahaan hosting seperti .online. TLD sendiri sebetulnya bisa dibagi lagi menjadi 2 kategori besar, yaitu g-TLD atau Generic Top Level Domain, dan cc-TLD atau Country Code Top Level Domain. Domain seperti .com, .net atau .org masuk sebagai gTLD, sedangkan domain milik negara indonesia seperti .id atau .co.id termasuk sebagai ccTLD. Untuk mengetahui lebih lengkap, kamu bisa cek di post perbedaan gTLD dan ccTLD berikut.
Domain, Subdomain dan Subdirectory
Tiga istilah yang mungkin asing di telinga kita ini, sama-sama bisa disebut sebagai “Website” dan semuanya bisa memiliki alamat website masing-masing. Padahal, semuanya memiliki satu “akar” yang sama. Istilah-istilah ini sering membuat orang awam bingung. Di pikiran orang awam ketika mencoba memahami tiga istilah ini seolah ada seseorang dengan tiga wajah yang berbeda. Tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar dan akurat juga. Semuanya memiliki struktur implikasi yang berbeda-beda. Baik di sektor hulu maupun hilir, ketiganya memiliki perbedaan prinsip. Kamu bisa mempelajari secara spesifik di post terkait perbedaan domain, subdomain dan subdirectory disini.
Nama Domain Itu Banyak dan, Bervariasi (Bahkan Unexpected!)
Ternyata, nama domain itu tidak hanya seperti yang kita kenal: .com, .net ataupun .org. Atau nama domain yang merepresentasikan negara seperti .id atau .co.id untuk identitas negara Indonesia. Banyak nama domain yang ekstensinya melambangkan suatu identitas khusus. Pengacara atau advokat misalnya, bisa memanfaatkan ekstensi .lawyer serta .attorney. Lalu profesi akuntan, ada ekstensi domain .accountant. Dokter juga tidak kalah, sudah ada nama domain dengan akhiran .doctor. Atau bagi para edukator, pengajar, guru atau dosen serta kamu yang memiliki keahlian spesifik tertentu misalnya yang telah tersertifikasi, kamu bisa memanfaatkan nama domain .guru atau .expert.
Tidak hanya untuk profesi, urusan lain pun ada! Di bidang hobi misalnya, ada .coffee bagi pegiat kopi di senja hari. Atau Pecinta pizza? Bisa gunakan ekstensi .pizza termasuk buat kamu pemilik usaha pizza. Begitu juga restoran, warung atau rumah makan bisa menggunakan nama domain .restaurant. Ada .luxury, .auto, .security, .ninja dan masih banyak lagi nama aneh-aneh lain, termasuk website pornografi bisa menggunakan domain .xxx. Untuk developer aplikasi? Bisa menggunakan domain .dev, .ai, .io atau .tech. Bisnis pun sebetulnya selain .com, ada juga ekstensi khusus yaitu .biz, serta .blog untuk kamu yang benar-benar ingin mengidentifikasi alamat website kamu sebagai blog pribadi.
Bukan Sekadar Alamat Website, tapi juga Trik Marketing
Nama Domain selain menjadi alamat website atau identitas seperti yang kita bahas sebelumnya, juga sangat bisa dimanfaatkan untuk melakukan marketing. Marketing itu kan supaya kustomer mudah mengingat identitas bisnis kita. Misalnya kamu bergerak di bidang transportasi, kamu bisa manfaatkan domain negara India (.in) sehingga alamat websitemu: www.anter.in/. Nama kamu Sumanto? Kamu bisa manfaatkan nama domain negara Tonga sehingga alamat websitemu seunik: www.suman.to/. Atau hobi membuat meme? Manfaatkan saja ekstensi negara Montenegro sehingga alamat websitemu menjadi: www.pembuat-me.me/. Punya bisnis makanan? Nama domain Italia yaitu .it sangat bagus kalau kamu daftarkan seperti: www.coba-gig.it/. Menjadi mudah diingat sekali bukan? Untuk ekstensi nama domain yang cocok untuk marketing usahamu, kamu bisa tilik di artikel tentang manfaatkan alamat website untuk marketing ini.
WHOIS: KTP-nya yang Punya Domain (dan Isu Privasi)
Aneh ya istilahnya: Whois. Saya juga mengeryitkan dahi saat pertama kali mendengar istilah awam ini. Tapi ternyata lumayan masuk akal saat kita mengetahui bahwa istilah Whois ini merupakan gabungan dari kata tanya dalam bahasa Inggris: Who is. Ini adalah kalimat tanya saat menanyakan perihal siapa alias who is? atau untuk mengulik identitas dibalik sesuatu. Who is the owner of website? Lebih rasional untuk dipahami, ya? Whois tak ubahnya seperti KTP yang mengungkap siapa dibalik suatu website. Kalau kamu mau membedahnya, kamu bisa cek mengenal WHOIS di post ini.
Karena identitasmu terkuak melalui Whois, maka akan ada isu lain yang mengekor: privasi. Isu ini merupakan isu yang booming semenjak era industrialisasi, semakin mengemuka lagi di era digitalisasi sekarang. Eropa memiliki perangkat seperti General Data Protection Regulation (GDPR) dan bahkan Indonesia pun telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sendiri. Begitu pula pengungkapan identitas pemilik nama domain oleh Whois, yang patut kamu renungi dan pertimbangkan sebelum membeli domainmu sendiri.
“Membeli” Nama Domain itu Tidak Hanya Sekali Bayar!
Meskipun tajuk yang digunakan oleh perusahaan pendaftaran domain itu “Beli Domain”, tapi konteks beli disini tidak seperti kamu beli cilok yang bisa kamu bayar sekali saja lalu cilok itu kamu nikmati. Domain, konsepnya lebih ke “Sewa” daripada “Beli”, harus diperpanjang setiap tahun. Inilah yang harus kamu waspadai, jangan terbuai dengan embel-embel marketing “Beli” yang digunakan oleh registrar domain. Jangan terkecoh! Membeli nama domain itu ibarat kamu menitipkan kucing liar yang kamu miliki dalam waktu tertentu. Jika tidak kamu perpanjang? Perusahaan register domain akan me-liar-kan kembali kucing itu. Loh kok gitu? Semua bisa kamu pahami melalui konten berikut.
Golden Rules Mendaftarkan Nama Domain
Ketika kamu mau mendaftarkan “website terbaik”, bisa jadi nama domain itu sudah dimiliki oleh orang lain dengan alamat websiteterbaik.com. Maka, kamu mungkin punya alternatif lain seperti website-terbaik.com, atau gunakan nama domain lain seperti websiteterbaik.net. Tapi, ada Golden Rules yang tidak banyak orang ketahui terutama terkait dengan marketing. Semakin pendek dan sederhana alamat website kamu, semakin baik. Misalnya dalam kasus “Website Terbaik”, kamu bisa gunakan webterbaik.com atau bestweb.com yang lebih singkat dan mudah diingat serta tidak njelimet. Karena ini adalah bahasa marketing, kamu bisa mengupas tuntas di tulisan lain ini.
Hati-Hati dengan Sengketa Merek dan Cybersquatting!
Isu ini adalah masalah yang semakin sering terjadi di era internet ini. Bayangkan, kamu hidup di tahun 1994 disaat internet masih barang baru. Kamu menemukan gerai waralaba restoran besar dan terkenal yaitu Mc Donald’s belum mendaftarkan nama domain. Kamu menghubungi mereka karena penasaran dan bertanya mengapa mereka tidak mendaftarkan nama domain? Kita kira mungkin alasannya karena mereka lupa atau tidak tahu. Tapi di luar dugaan, mereka berkilah: internet hanya mainan orang-orang kutubuku (Nerds). Sekelas Mc Donald’s pun meremehkan merasa itu hanya tren sesaat, tidak mereka butuhkan dan cenderung tidak peduli. Itulah kisah dari Joshua Quittner, kamu bisa baca selengkapnya disini terkait kasus sengketa nama domain.
Sejarah Domain Name System (DNS)
Kalau kamu sudah membaca sampai titik ini, berarti kamu sangat tertarik dan haus pengetahuan akan nama domain. Maka, saya tambahkan satu bahasan terkait sejarah Sistem Nama Domain yang tak kalah menariknya. Sebagai spoiler meskipun domain ini berada di ranah teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, tapi plot twist-nya, pencetus konsep domain justru datang dari seorang pengacara dan ahli hukum Belgia bernama Paul Otlet! Kok bisa??? Kamu pasti tidak akan menyangka, tapi kamu akan mendapatkan penjabaran fakta yang seterang-terangnya tentang sejarah dari Domain Name System (DNS) di artikel historiografis ini! Klik sekarang! Bagaimana dengan di Indonesia? Juga ada sejarah menariknya dan bahkan penuh intrik, yang bisa kamu kulik di tulisan trivia sejarah nama domain .id ini!
Tidak Perlu Pusing dengan Nama Domain di SITUSE.ORG
Itu tadi adalah penjelasan super komprehensif terkait sistem nama domain, atau yang kamu familiar dengan DNS (Domain Name System). Semua aspek yang harus kamu tahu tentang domain, disimpulkan dengan lengkap di post ini. Apakah informasi ini valid? Tentu saja, saya disini adalah pakar di bidang hukum telematika dan pernah terjun langsung di bidang digital marketing, sehingga dipastikan semua informasi di atas bukan hanya cukup untuk menambah wawasan kamu untuk hal-hal dasar, tapi juga mencakup lingkup seluk beluk domain yang lebih teknis. Mangkanya, kamu sangat pusing memahami tentang apa itu nama domain, bukan?
Tapi kabar baiknya, di platform Website Gratis Selamanya dari situse.org, kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkan semua aspek teknis terkait nama domain. Jika kamu mendaftarkan website di situse.org, kamu akan terbebas dari biaya sewa tahunan yang merogoh kocekmu tidak sedikit, masalah sengketa merek bahkan isu data pribadi di WHOIS sekalipun, kamu tidak perlu pusing memikirkannya. Bahkan dari segi marketing, alamat websitemu akan sangat menarik, membumi dan tidak seaneh jika kamu menggunakan blog luar seperti Blogspot, WordPress atau Wix. Alamat websitemu terasa “lokal” sekali bahkan terasa Golden: cakbejo.situse.org akan terbaca sebagai “Situse Cak Bejo”.
Cuma di SITUSE.ORG, bikin web gratis segampang main sosmed! Tunggu apa lagi???