Sistem Penamaan Domain yang kompleks dibangun dalam kerangka dunia siber diatas memiliki sejarah pengembangan yang panjang dan tidak terduga. Sejarah Domain Name System sendiri tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan internet bahkan sejak masih terpikirkan di dalam pikiran. Internet ternyata dicetuskan oleh orang yang terkenal sebagai ahli hukum ternama di Negara Belgia yaitu Paul Otlet.[1] Paul Otlet dianugerahi titel sebagai The Father of the Internet yang mana visi dan pemikirannya tentang internet tertulis dalam karya yang tidak pernah terpublikasi berjudul Traité de Documentation (1934).[2]
Pada tahun 1969, Wide Area Networks (WAN) pertama beroperasi dibawah naungan ARPANET yang mendapat pendanaan dari Department of Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) Amerika Serikat. Proyek tersebut pada awalnya hanya didukung dengan empat simpul sambungan (Nodes ) yang berkecepatan 50 Kilo Bytes per Second (kbps) yang menyatu dalam satu Host. Pada tahun 1971, sudah terdapat 15 Nodes yang disambungkan dengan 33 Host yang melintasi dan menjembatani koneksi universitas-universitas ternama di Negara Amerika Serikat. Setelah dikembangkannya teknologi Ethernet, ARPANET mengekspansi proyeknya secara internasional dengan memasang Nodes hingga negara Inggris dan Norwegia dengan total 29 sambungan. Standardisasi instalasi pada saat itu diawasi oleh International Network Working Group (INWG). Pada tahun-tahun selanjutnya, muncul jaringan yang terpisah dari jaringan ARPANET seperti jaringan milik NASA (SPAN), BITNET, CSNET, dan lain sebagainya.[3]
ARPANET yang pada awalnya hanya bersandar pada file bernama Host.txt, pada tahun 1982 mulai merasa terbebani dengan banyaknya data dari Host yang tersebar di beberapa negara beserta alamat-alamat di dalamnya. File Host.txt yang pada awalnya hanya berupa basis data sederhana, menjelma menjadi file dengan ukuran yang besar yang dikhawatirkan dapat membebani kinerja Host yang menyimpannya yaitu Host SRI Network Information Center (SRI-NIC). Atas pertimbangan tersebut, mulai dikembangkan sistem penamaan terdistribusi bersama XEROX. Sejak saat itu, cikal bakal Domain Name System terbentuk.[4]
Sistem yang kemudian ditemukan dan dikembangkan oleh XEROX adalah digantikannya fungsi file Host.txt yang pada awalnya harus disalin ke setiap Host agar dapat terhubung antar perangkat gawai, dengan sistem yang lebih efektif dan efisien yaitu dengan Domain Name System (DNS). Sistem yang pada awalnya tidak efisien karena harus menyalin data, berubah menjadi sistem mandiri yang terdistribusi pada banyak perangkat. Kelebihan dari Domain Name System adalah ukuran basis data yang tidak terbatas (Unlimited Database Size ) dan performa manajemen alamat protokol internet yang lebih baik dibandingkan dengan sistem Host. Sistem tersebut diperkenalkan antara tahun 1984.[5]
Satu tahun setelah ditemukannya Domain Name System, tepatnya pada bulan Maret 1985, lahir Nama Domain pertama di dunia yang teregistrasi dengan Nama Domain Symbolics.com[6] yang dimiliki oleh Symbolics Inc., salah satu produsen komputer yang berlokasi di Massachusetts, Amerika Serikat. Nama Domain tersebut menjadi Nama Domain perdana di dunia sekaligus Nama Domain dengan Generic Top Level Domain (gTLD) .com pertama yang terdaftar. Kepemilikan dari Nama Domain Symbolics.com tersebut berada di tangan satu orang selama 25 tahun lamanya, hingga akhirnya pada tahun 2009 dipindahtangankan melalui pembelian oleh perusahaan XF.com Investments. Saat ini, Nama Domain pertama tersebut masih ada dan difungsikan sebagai museum internet daring sekaligus sebagai media pengiklanan daring.[7]
Sedangkan untuk sejarah dari Country Code Top Level Domain (ccTLD) pertama yang terdaftar adalah nama domain dengan ekstensi .us untuk negara Amerika Serikat, .uk untuk negara Inggris dan .il untuk negara Israel. Ketiga Nama Domain tersebut terdaftar pada tahun yang sama yaitu pada tahun 1985, diawali dengan pendaftaran Nama Domain .us pada bulan Maret 1985 langsung oleh Pemerintah Amerika Serikat.[8] Melalui historiografi yang panjang tersebut, Domain Name System akhirnya terimplementasi hingga saat ini.[9]
Adapun lembaga internasional yang memiliki kewenangan untuk mengelola Nama Domain dalam Domain Name System secara global adalah ICANN. ICANN atau The Internet Corporation for Assigned Names and Number adalah organisasi non-profit atau lembaga publik nirlaba yang melakukan identifikasi dan koordinasi Nama Domain global. Sebagai lembaga publik, ICANN bekerjasama dengan banyak pihak dan mendedikasikan diri untuk menciptakan iklim internet yang aman, stabil, kondusif dan dapat beroperasi sebagaimana mestinya. ICANN walaupun tidak dapat mengontrol konten internet secara keseluruhan, namun memiliki peran untuk mempromosikan kompetisi dan mengembangkan kebijakan yang berhubungan dengan Sistem Penamaan Domain secara global. Melalui koordinasi dengan para pihak yang memanfaatkan perannya sebagai pengelola sistem penamaan di internet, diharapkan dapat menciptakan dampak yang mengekspansi dan merevolusi internet dan dunia siber.[10]
Pada awalnya, pengelolaan Nama Domain secara global dipegang oleh beberapa pihak yang tersentralisasi di Negara Amerika Serikat. Beberapa pihak tersebut antara lain John Postel selaku ilmuwan komputer dari Amerika Serikat dan perusahaan swasta di Amerka Serikat yang bergerak di bidang teknologi yaitu Network Solution Inc. (NSI). Pihak-pihak tersebut berperan mengelola registrasi Nama Domain dan memelihara sistem basis data utama. Amerika Serikat mengucurkan pendanaan kepada John Postel sebagai pengelola sentral. NSI selaku pihak sentral yang lain berada dibawah otoritas National Science Foundation (NSF). Hingga akhirnya pada tahun 1998, terbentuk lembaga khusus bernama Internet Assigned Number Authority (IANA). Setelah melalui kajian yang panjang dan perdebatan yang menginginkan adanya komersialisasi Nama Domain oleh Amerika Serikat, pada 18 November 1998 lahir lembaga nirlaba khusus bernama ICANN yang mengemban tugas mengelola Nama Domain dengan konfigurasi bangunan sistem yang bersifat global.[11] Di dalam kelembagaan ICANN menerapkan sistem tata organisasi yang unik karena pelaksanaannya dipengaruhi oleh unsur dari pemerintah hingga individu.[12]
Bagaimana dengan sejarah nama domain kita di Indonesia yang berekstensi .id? Ada juga sejarah yang menarik dan bahkan penuh intrik yang bisa kamu temukan cerita uniknya di tulisan historiografis nama domain Indonesia .id ini.