Cara Membuat Table of Content

Di kesempatan sebelumnya, kita telah berkenalan dengan apa itu heading dalam struktur post website. Tidak hanya itu, kita juga telah menyelami lebih dalam struktur heading post yang SEO Friendly, bahkan kuajak kamu untuk melakukan optimasi maksimal terhadap heading agar disukai oleh mesin pencari. Dari situ, kita akan menganalogikan website sebagai suatu buku. Tentu saja pada saat kita membaca buku, kita ingin buku itu disusun secara berurutan dan sistematis, bukan?

Namun yang perlu kita sadari, membangun website bukan proyek sesingkat buku yang bisa selesai dalam hitungan bulan. Bahkan jika buku itu hanya berwujud bookchapter yang penulisnya belasan orang dan ada pembagian bab, buku bisa dibuat dengan sangat singkat hanya hitungan mingguan. Sedangkan website? Membangun website yang bagus bukan proyek semalam. Disini, yang ditonjolkan bukan hanya substansinya, namun kata-katanya juga. Memilih padanan kata se-organik mungkin selain substansi se-padat mungkin adalah tantangan terbesarnya.

Membangun website yang serius, memerlukan keahlian memilih kata per kata. Seorang professor boleh membuat buku teks dengan bahasanya yang cenderung kaku, yang kita sebut sebagai bahasa ilmiah. Bahasa ilmiah sangat lazim dipakai dalam riset, menjadi standar dan polanya cenderung mudah direplikasi oleh banyak penulis ilmiah lain. Mudah membedakan antara tulisan ilmiah dan artikel populer seperti ini. Masalahnya tidak seperti bahasa ilmiah yang cenderung mudah ditiru, bahasa artikel populer yang digunakan di post website cenderung dinamis.

Ada alasan mengapa bahasa ilmiah disebut “kaku”, karena bahasanya dari ratusan tahun lalu karakteristiknya serupa. Tidak seperti bahasa pada artikel populer yang berubah-ubah tergantung konteks waktu dan tempat. Zaman dulu ada istilah “Hebring” yang digunakan oleh generasi milenial. Generasi zilenial atau gen z awal cocok dengan “Goks” alias “Gokil” untuk merujuk pada keren. Sekarang? Generasi Alpha memiliki istilah “Sigma” untuk menunjukkan hal yang keren atau cool. Lain tempat, lain juga istilahnya. Di Amerika, istilah “Dank” sering digunakan sehari-hari.

Nah kata-kata fleksibel dan dinamis itu yang sangat dianjurkan untuk digunakan saat kita menulis post di website. Karena tingkat kesulitan karena harus memilih padanan yang tepat dan masuk di profil banyak pengguna (tua-muda, pria-wanita, pekerja-pelajar, profesional-pebisnis), satu post bisa memakan banyak waktu untuk membuatnya. Kalau website kita spesifik membahas hal tertentu yang tidak ada habisnya untuk dikupas, tentu akan menjadi proyek tahunan bahkan proyek abadi seumur hidup.

Tapi tentu kita menulis terkadang tidak beratur dan sistematis. Kadang sesuai mood atau tergantung inspirasi apa yang kita dapatkan. Satu bagian kecil mungkin baru terpikirkan ketika bagian umum sudah selesai ditulis. Dan jika tidak sistematis, tentu menyulitkan pembaca. Untuk memudahkan navigasi pengguna, tidak ada salahnya kita membantu mereka dengan membuat Table of Content, yang fungsinya sangat mirip sekali seperti daftar isi pada suatu buku yang memudahkan pembacanya menyelami topik dengan teratur. Bagaimana cara membuat daftar isi pada post website? Berikut adalah 3 cara membuat Table of Contents untuk post kamu!

Menggunakan Plugin Otomatis (Paling Praktis & Hemat Energi)

Jika kamu ingin kotak daftar isi otomatis muncul di setiap artikel panjang tanpa perlu repot memasukkannya manual setiap kali menulis, menggunakan plugin adalah jalan ninja terbaik. Berikut adalah step by stepnya.

  1. Instal Plugin ToC: Go to Plugins > Add New. Cari plugin ToC yang ringan dan ramah SEO. Dua rekomendasi terbaik yang kodenya sangat bersih adalah LuckyWP Table of Contents atau Easy Table of Contents.
  2. Atur Pengaturan Otomatis (Auto Insert): Setelah diinstal, masuk ke pengaturan plugin tersebut. Kamu bisa menyetel agar ToC otomatis muncul hanya jika di dalam artikel terdapat minimal 3 atau 4 Heading ($H2$/$H3$).
  3. Pilih Posisi Muncul: Biasanya posisi paling ideal secara UX (pengalaman pembaca) adalah Sebelum Heading Pertama (Before first heading). Jadi, setelah pembaca selesai membaca paragraf pengantar/intro tulisanmu, mereka langsung disuguhi peta panduan artikel tersebut.
  4. Selesai! Plugin akan otomatis memindai semua tag <h2> dan <h3> yang kamu ketik di dalam artikel dan mengubahnya menjadi daftar isi interaktif yang rapi.

Menggunakan Blok Bawaan / Plugin Blok (Paling Fleksibel)

Jika kamu tidak mau memasang plugin khusus ToC yang berjalan secara global dan lebih suka menaruh daftar isi secara manual di artikel-artikel tertentu saja, kamu bisa memanfaatkan ekosistem blok Gutenberg. Cara ini juga tentu paling ramah untuk server kamu karena tidak memerlukan instalasi program khusus. Berikut adalah caranya:

  1. Cek Fitur Tema/Blokmu: Jika kamu memiliki plugin pendamping tema seperti GenerateBlocks (biasanya dipasangkan dengan GeneratePress), cek apakah mereka menyediakan blok khusus bernama “Table of Contents”.
  2. Cara Memasang: Di dalam halaman editor artikel WordPress, klik tombol + (Add Block) di tempat kamu ingin menaruh daftar isi, lalu ketik "Table of Contents".
  3. Masukkan Blok: Klik blok tersebut, dan seketika kotak daftar isi akan tercipta secara visual di dalam draf tulisanmu, langsung menangkap semua heading yang sudah kamu tulis di bawahnya.

Menggunakan Blok Table of Contents by Rank Math (SITUSE.ORG)

Jika kamu adalah pengguna Website Gratis Selamanya dari situse.org, selamat! Kamu tidak hanya bergabung dalam ekosistem sehat, tapi juga platform yang terintegrasi dengan plugin premium yang mempermudah penggunanya. Bagaimana cara membuat table of contents?

  1. Buat post kamu dengan segala Headingnya mulai dari H2, H3 dan seterusnya
  2. Klik tombol + (Add Block), lalu cukup ketik “Table”. Kamu akan menemukan “Table of Contents by Rank Math
  3. Klik dan berhasil! Kamu sudah membuat Table of Contents secara otomatis seperti contoh di awal post ini. Praktis bukan!

Kalau kamu bukan pengguna Website Gratis Selamanya dari situse.org, tunggu apa lagi! Ekosistem kami memang seamless seperti itu. Kami berorientasi pada pembaca/pengunjung website, namun tentu saja sangat memudahkan bagi pengguna/blogger karena fiturnya yang serasa seperti bermain sosial media (sosmed), dijamin tidak se-menyeram-kan seperti yang kamu tahu dari orang-orang ketika mendeskripsikan betapa sulitnya melakukan pengaturan website. Membangun website disini seperti kamu main sosmed!

Cuma di SITUSE.ORG, bikin web gratis segampang main sosmed! Tunggu apa lagi???

Domain dibayarin, Hosting disewain, bikin Webnya Praktis, kamu tinggal: NULIS…

Leave a Comment