Hm Tema Website, ya… Topik ini mungkin termasuk sebagai materi yang paling membosankan dan malas sekali untuk diangkat. Tapi bagi pemula seperti kita, topik ini justru menjadi sangat penting untuk membuka wawasan kita terkait tema website. Tema website sendiri merupakan bentuk visual yang membantu pengguna atau pembaca menavigasi website kita. Fungsi gandanya adalah sebagai estetika, dan bahkan memiliki peran vital untuk optimasi SEO sehingga ramah di mata mesin pencari. Internet dulu memang bukan barang biasa, tidak seperti kita sekarang yang menjadi kebutuhan primer. Konotasinya, internet itu tidak terlalu penting bagi orang-orang di masa kemunculannya, sampai kamu bisa dengan mudah mengklaim domain perusahaan besar karena mereka menganggap internet itu mainannya orang kutu buku. Berbeda dengan infrastruktur zaman sekarang yang menjadi pilar di banyak kehidupan kita.
Bayangkan di zaman dulu, sejarahnya tema website itu sangat kosong, plain dan membosankan seperti kita melihat dokumen microsoft word yang disimpan begitu saja, tanpa ada watermark, header atau footer, serta tanpa template. Saking datarnya, konten berupa tulisan langsung ditimpa begitu saja di kertas kosong tanpa ornamen atau pemilihan jenis font yang aneh-aneh. Paling hanya ada penekanan melalui heading artikel, bold, underline ataupun italic, bahkan mentok-mentok strikethrough supaya artikel terkesan menarik. Peletakan elemen gambar tidak kalah malasnya, diletakkan begitu saja tanpa ada alignment yang jelas. Syukur kalau ditaruh ditengah, bisalah dimaafkan tidak estetiknya. Tapi kalau ditaruh rata kiri atau rata kanan, kita yang hidup di zaman serba disuguhi estetika ini langsung malas dan, cepat-cepat segera menutup tab website itu.
Sekarang setelah internet masuk ke relung hidup masyarakat, mulai dari berjualan, bersosial, bekerja, administrasi, kesehatan hingga pendidikan bahkan hiburan (keisengan), website pun menjelma menjadi hal yang memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk akan estetika. Website perlahan-lahan dirombak visualnya supaya jauh dari kata membosankan. Tapi rupa-rupanya, kebablasan sampai terlalu norak, beberapa kosmetiknya menor. Beberapa sektor industri kemudian mempengaruhi, seperti kebutuhan akan citra profesional korporat. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan itu, bahasa pemrograman mulai menyesuaikan diri dengan memungkinkan mendevelop tema website yang formal.
Fungsinya pun kemudian lambat laun bertransformasi. Dari yang awalnya ajang pamer visual, berubah menjadi lebih fungsional dengan segudang fitur yang membuat orang zaman dulu berpikir: ternyata internet bukan hanya bisa mempublikasikan jurnal, tapi sarana workflow dan manajemen dari review hingga penyuntingan. Tema website kemudian menjamah kebutuhan pengguna, apa yang kita kenal sebagai User Experience selain estetika yang kita sebut User Interface. Sekarang, tema website melompat lebih jauh lagi, mengambil andil dalam membangun suatu website yang SEO Friendly atau ramah bagi mesin pencari. Setidaknya kalau mau kita bedah, ada beberapa fungsi dari tema website itu sendiri, sebagai berikut:
Theme Merepresentasikan Identitas dan Karakter Website
Theme, seperti transliterasinya yaitu Tema Website, memiliki konsep dasar yaitu Tema. Ketika membuka suatu website, kita akan mendapatkan kesan tertentu. Jika berbasis layanan, biasanya website itu memiliki tema profesional atau formal. Jika blog pribadi atau hobi, banyak yang menampilkan kesan kasual bahkan santai. Landingpage yang khusus untuk jualan biasanya memiliki tema yang lebih interaktif, sering mengarahkan kita untuk klik suatu tombol atau melakukan pembayaran. Sehingga seperti namanya, tema website ini membuat pandangan atau stigma personal dari entitas dibalik website itu, entah perusahaan, perorangan maupun pemerintah dengan tema website jadulnya yang tidak ramah pengguna karena dibuat oleh anak magang dengan anggaran besar, ups.
Tema Website Membentuk User Interface yang Terstruktur
Bagaimana maksudnya? Tema website ibarat pondasi suatu bangunan yang menjadi dasar dibangunnya suatu website. Dari situ, kamu bisa tahu mana yang paling cocok untuk websitemu. Apa yang dibutuhkan oleh pengguna websitemu, itulah yang kita sebut sebagai User Interface. Apakah websitemu lebih mengedepankan aspek visual? Kamu bisa mencari tema yang bisa menampilkan galeri portofolio produkmu. Kalau mau penggunamu cepat membeli, kamu bisa taruh fungsi tombol yang bisa langsung mengarahkan pengguna untuk membayar misalnya. Atau kamu lebih suka audiens yang menikmati dengan membaca kontenmu? Maka di depan website kamu akan menonjolkan kumpulan artikel atau berita yang disukai oleh pengguna websitemu. Inilah mengapa User Interface website sangat dipengaruhi tema yang kamu gunakan.
Sarana Konversi dan Call To Action (CTA)
Seperti contoh pada pembahasan selanjutnya, dimana kamu menjadikan websitemu sebagai sarana transaksi. Maka kamu harus mendesain websitemu agar ramah bagi mereka yang awam. Supaya mereka tahu apa yang harus mereka pencet selanjutnya, maka kamu harus membuat User Interface yang ramah bagi mereka. Tapi tidak semudah itu, ferguso. Sayangnya, tidak semua Theme akan mendukung kebutuhanmu. Setiap Tema Website memiliki fungsionalitasnya masing-masing jika digunakan secara dasar, kecuali jika kamu adalah programmer yang bisa ngoding. Kalau cuma bisa kode-kode kayak saya mah, Wallahualam… Dan untuk itulah, mencari Tema Website dengan arsitektur yang mendukung kebutuhan industrimu sangat penting, karena dari situ transaksimu bisa lancar.
Penentu Performa dan Responsivitas Website
Tema Website bukan sekadar visual, itu kita sepakat ya (sepakat aja dong). Tapi tunggu sampai kamu menemukan hal magis seperti: suatu tema yang penuh elemen belum tentu berat, sedangkan bisa jadi satu tema sederhana memiliki performa yang tidak ringan. Semua paradoks seperti ini dapat kamu temukan ketika kamu semakin menjelajahi dan mencoba-coba tema. Tentu Theme bukan satu-satunya faktor penentu tunggal, tapi juga dapat memberi pengaruh terhadap performa kegesitan websitemu. Selain itu kalau kamu pernah membuka website yang tidak indah dipandang mata saat kita akses di HP, itulah yang disebut dengan responsivitas! Bisa jadi suatu tema bagus diterapkan di laptop, tapi ketika dibuka di HP, membuat sakit mata!
Keamanan dan Kepatuhan Standar Website
Dengan menggunakan Theme yang dapat kita pilih di menu Theme WordPress, kita turut memastikan ekosistem internet aman karena developer tema website resmi biasanya selalu melakukan update rutin terhadap core dari tema website mereka untuk menutup celah keamanan (vulnerability) yang rentan disusupi seperti malware atau diretas oleh orang iseng. Selain itu, tema yang diunduh secara resmi juga selalu patuh terhadap standar website global terbaru sehingga tidak langsung error pada saat browser seperti Chrome atau Safari melakukan pembaharuan sistem. Kalau dulu blogmu masih menggunakan arsitektur query milik Adobe Flash, selamat, sekarang tidak akan bisa berfungsi dan konten interaktif itu tidak lagi muncul di website kamu!
Nah itu dia pembahasan kita terkait Tema Website. Apakah Theme ini sama dengan Template? Yuk kita bedah di post tentang perbedaan Theme dan Template ini. Kamu harus tahu di platform Website Gratis Selamanya dari situse.org ini, kamu sudah secara default disuguhi tema yang sangat SEO Friendly dan bisa kamu gunakan untuk apapun itu keperluanmu. Selain itu, kalau kamu mau lebih mengoptimasi tema website kamu secara profesional, kamu bisa baca 5 pro tip optimasi tema website ala profesional!
Halo para Blogger Newbie
Mau belajar banyak seputar membangun website dari N-0-L untuk pemula?
Jika kamu mau melakukan optimasi total dan profesional untuk tema websitemu agar lebih SEO Friendly, kamu bisa simak di post ini.