Perbedaan Alamat Website dan Domain

Di kesempatan sebelumnya, kita telah membahas terkait konsep sederhana dari alamat website. Tapi selain nama domain, kamu juga harus tahu tentang nama domain. Kamu mungkin sering mendengar istilah nama domain. Apa pulak, ini? Apakah ada perbedaan antara alamat website dan nama domain? Jawaban spoilernya adalah keduanya memiliki konsep yang berbeda namun saling berkesinambungan secara integral. Nama Domain adalah bagian dari alamat website secara keseluruhan. Nama domain turut membangun dan melebur dengan merek atau nama website, jadilah alamat website. Rumusanya adalah merek/nama ditambah domain, jadilah alamat website.

Nama/Merek + Domain = Alamat Website

sebagai contoh:

situse (nama/merek) + .org (ekstensi domain) = situse.org (alamat website)

Bukan Sekadar Nama, tapi Juga Identitas

Nama domain mempertegas identitas dari suatu website, yang merepresentasikan citra dari suatu website secara sekilas hanya melihat dari alamat websitenya saja. Misalnya jika kamu membuat bisnis, alamat .com sangat cocok karena nama domain itu merepresentasikan “Commercial” atau sifat dari usahamua yang memang komersial. Kadang-kadang, komersial disini juga bisa merujuk pada privatisasi, suatu identitas yang melambangkan nama privat. Mangkanya, domain .com seiring berkembangnya zaman juga cocok digunakan untuk alamat website personal. .com sebagai salah satu ekstensi nama domain kemudian menjelma menjadi “standar emas”, bisa digunakan oleh hampir semua entitas dan urusan.

Berbeda dan kontras dengan domain .org yang dulu juga lahir bersamaan dengan nama domain .com. Ekstensi .org merujuk pada Organization atau organisasi, yang melambangkan jiwa non-komersial atau tidak berorientasi mencari keuntungan semata (non-profit). Meskipun merupakan akronim dari “Organisasi”, nama domain .org ini tidak berarti strict hanya boleh digunakan oleh organisasi formal. Dia juga bisa digunakan untuk website wadah program kemanusiaan, agama, sosial atau urusan apapun yang mana “uang bukan menjadi landasan utamanya”. Meski sempat disalahgunakan oleh oknum karena sifatnya yang tidak administratif (tidak mensyaratkan dokumen alias bisa “dibeli” oleh siapa saja, marwah .org tetap dipandang suci oleh mesin pencari.

Dalam perkembangannya, nama domain pada akhirnya benar-benar menjelma mewakili identitas. Bagi pengacara, ada domain khusus .lawyer. Sehingga nanti, alamat websitenya menjadi sekeren: www.kantor-pengacara.lawyer/. Atau akuntan? Bisa juga menggunakan nama domain khusus sehingga alamat websitenya menjadi: www.akuntan-publik.accountant/. Bahkan di era AI ini, banyak juga perusahaan pengembang yang menggunakan ekstensi .ai, yang sebelumnya sering menggunakan nama domain .io. Tapi perlu diingat, tidak semua hal di dunia ini ada ekstensi nama domainnya. Pemerintah dan negara pun memiliki nama domainnya sendiri.

Perks dan Trivia yang Harus Kamu Ketahui

Kalau kamu mau mengetahui lebih banyak seluk beluk tentang Nama Domain, kamu bisa simak di post ini. Pun juga kalau kamu bingung apa bedanya domain, subdomain dan subdirectory, kita kupas tuntas di artikel ini. Pada intinya, alamat website itu tidak sederhana seperti kita mengetikkan beberapa baris kata di browser kita. Alamat website ini menjadi semakin asing di telinga kita setelah terlalu sering mengunjungi website melalui hasil pencarian di Google, bukan langsung mengetikkan URL di browser kita (selain alamat website kita sendiri yang kita buka setiap hari, eehhhh?!)

Sebentar, URL? Apa pula itu URL? Yuk simak di konten ini. Sebetulnya di kolom URL, cukup dengan mengetik alamat website secara telanjang (misalnya: situse.org) saja sudah cukup. Tapi, biasanya browser mengenalinya dengan alamat lain. Mereka seperti menambah-nambahkan alamat website misalnya dengan http atau https. Ini adalah protokol pengaman yang bisa kamu pahami dengan mudah melalui artikel ini. Atau kadang malah terdapat tambahan WWW yang sebetulnya ini konsep menarik kalau kamu mau mendalaminya di post berikut. Begitu juga kamu mungkin bingung mengapa di akhir alamat website muncul hash garis miring (/), kalau saya melihat garing itu sebagai trik marketing, mengapa demikian? Kamu bisa menyelami lebih dalam terkait segi marketing di konten berikut.

Nah best part-nya di Website Gratis Selamanya dari situse.org, kamu tidak perlu pusing mikirin konsep dasar alamat website yang membingungkan itu. Yang kamu lakukan hanya tinggal menulis. Tidak perlu pusing dengan konsep alamat website, nama domain, subdomain dan subdirectory, URL, WWW, konsep dot (.) ataupun slash (/).

Cuma di SITUSE.ORG, bikin web gratis segampang main sosmed! Tunggu apa lagi???

Domain dibayarin, Hosting disewain, bikin Webnya Praktis, kamu tinggal: NULIS…

Leave a Comment