Kamu yang Blogger pemula atau para mastah yang hiatus bertahun-tahun lamanya mungkin akan mengernyitkan dahi dengan istilah “Listicle”? Padahal, ada banyak sekali isi yang bisa kamu buat di dalam postmu yang telah dijabarkan di artikel ini. Tapi, apa pula Listicle ini, apanya Popsicle alias es krim tusuk? Sama, saya juga ketika terjun kembali ke dunia per-website-an dan mengembangkan Situse.org ini bertanya-tanya, apa pula istilah Listicle ini? Apakah ini istilah baru? Atau istilah yang sudah ada sejak dulu tapi tidak populer di kalangan Blogger Indonesia, dan baru dipakai belakangan ini? Usut punya usut, ternyata ini bukan istilah baru! Istilah ini sudah ada sejak lama, namun mulai populer disaat internet mulai berkembang dan dipakai oleh webmaster di luar sana.
Definisi Konseptualnya, Listicle adalah sebuah format artikel atau konten digital yang struktur utamanya dibangun menggunakan daftar informasi (list). Kata ini merupakan gabungan dari List (Daftar) dan Article (Artikel). Listicle dibangun dari dua istilah yang berbeda dalam bahasa Inggris. Rumusnya adalah seperti ini: List (Daftar) + Article (Artikel) = Listicle. Sehingga Listicle sebetulnya berasal dari English. Semacam cocoklogi gitu ya, hahaha. Sehingga secara harfiah, Listicle artinya adalah artikel yang ditulis dalam bentuk daftar. Karakteristik dari Listicle adalah satu kesatuan utuh artikel yang biasanya ditandai dengan adanya angka pada judul utama (misal: “5 Cara Menanam Tomat”).
Secara linguistik, Listicle adalah kosakata dalam Bahasa Inggris. Namun, kata ini bukan kosakata murni yang ada sejak ratusan tahun lalu, melainkan sebuah Portmanteau (kata bentukan baru yang tercipta dari penggabungan dua kata berbeda). Meskipun format menulis berbasis daftar sudah ada sejak zaman kuno (seperti The Ten Commandments atau Sepuluh Perintah Tuhan, hingga daftar belanjaan kuno), istilah listicle baru lahir dan meledak di masa internet. Wajar sekali kalau kamu tidak ingat pernah mengenalnya dulu, karena Listicle adalah kosakata modern yang usianya relatif masih muda dan lahir murni dari rahim budaya internet (populer sekitar tahun 2000-an akhir hingga 2010-an). Linimasa sejarahnya sebagai berikut:
Era Lahirnya Istilah (Sekitar Tahun 2007)
Istilah listicle pertama kali terdeteksi digunakan di dunia akademis dan jurnalistik media massa sekitar tahun 2007. Salah satu media awal yang mempopulerkan penyebutan istilah ini adalah majalah Gawker dan pengamat media cetak di Amerika Serikat. Awalnya, istilah ini sering digunakan oleh para jurnalis konvensional dengan nada sedikit “menyindir” karena format tulisan ini dianggap sebagai cara malas untuk menulis artikel yang mendalam.
Era Ledakan Massal: Wabah BuzzFeed (2010 – 2015)
Mengapa dulu kita tidak kenal istilah ini tapi sekarang ada di mana-mana? Biang kerok utamanya adalah situs media digital bernama BuzzFeed yang didirikan oleh Jonah Peretti. Pada awal tahun 2010-an, BuzzFeed merevolusi cara internet bekerja dengan memproduksi ratusan artikel berbasis daftar setiap harinya. Contohnya: “27 Hal yang Hanya Dipahami oleh Anak Sembilan Puluhan” atau “10 Kucing Paling Menggemaskan Minggu Ini”. Format ini ternyata sangat candu (addictive). Orang-orang lebih suka mengklik tulisan berangka karena otak manusia cenderung malas membaca dinding teks yang panjang dan butuh kepastian berapa lama mereka harus menghabiskan waktu untuk membaca artikel tersebut.
Era Adopsi SEO dan Google (2016 – Sekarang)
Melihat perilaku manusia yang sangat menyukai format daftar, mesin pencari seperti Google mulai mengadaptasi algoritmanya. Google mulai memprioritaskan artikel berformat listicle untuk dipasang di peringkat teratas (sebagai Featured Snippet) karena dinilai paling cepat menjawab pertanyaan pengguna internet yang serba terburu-buru. Sejak saat itulah, istilah listicle resmi naik kelas dari yang tadinya dianggap “bahasa gaul internet/slang jurnalis” menjadi kosakata wajib dalam strategi SEO dan Content Marketing profesional di seluruh dunia.
Mengaplikasikan Listicle dalam Bentuk Bullet, Numbering dan Pointers
Jadi, wajar banget kalau dulu di zaman kuliah atau saat awal-awal mengenal komputer kita belum akrab dengan istilah ini, Paman. Karena kata ini memang anak kandung dari kultur internet modern! Nah kalau kamu mau mengaplikasikannya di post artikel kamu, bentuknya akan sama persis dengan yang ada di Word Proccessor seperti Microsoft Word: Bullet, Numbering dan Pointers. Kamu perlu mengetahui caranya cara membuat Listicle ini, dan bahkan bisa dilakukan optimisasi listicle juga melalui Featured Snippet yang bisa kamu simak di artikel ini!