Mengupas Tuntas Website Dibalik Layar

Sebagian besar dari kita pasti sudah familiar dengan website. Bagi generasi milenial hingga gen-Z awal (zilenial) pasti mengetahui perkembangan website karena mereka lahir dan berkembang seiring dengan dinamika infrastruktur internet. Bagi gen-Z murni yang lahir setelah di era 2000-an hingga generasi Alpha dan sekarang sudah muncul generasi Beta, mereka tumbuh disaat internet sudah tidak lagi sederhana seperti dulu. Bahkan, generasi Beta lahir saat infrastruktur internet sudah sangat dewasa dan matang apalagi dengan gencarnya Kecerdasan Buatan (AI). Tren AI ini sendiri bahkan gencar lebih dahulu sebelum para bayi generasi Beta ini lahir.

Sehingga untuk generasi-generasi yang saya catut, istilah “website” sudah bukan hal baru, tidak seperti Boomer dan generasi-generasi sebelumnya yang masih tumbuh di era mekanisasi luar jaringan yang masih memerlukan adaptasi pertanyaan “apa itu website?”. Bagi generasi kita, website sudah selayaknya seperti tangan dan kaki. Saking seringnya digunakan, kita sampai lupa kalau mereka itu eksis. Kita tidak pernah lagi mempertanyakan sebetulnya mereka itu apa, bentuknya seperti apa dan bagaimana serta mengapa mereka ada. Bagaikan orang yang mengendarai mobil setiap hari telah melupakan bahwa “Roda” dan “Setir” adalah fitur dari mobil itu sendiri yang baru mereka sadari ada saat rodanya rusak.

Empat Pilar Dibalik Eksistensi Website

Bayangkan website seperti suatu rumah joglo yang sangat bergantung pada 4 pilar yang membuatnya tetap berdiri kokoh, website menurut saya juga demikian. Saya tidak berusaha menilik secara teoritis karena pasti membuat kamu menguap mengantuk. Pilar yang saya maksud ini murni merupakan esensi dari pengalaman saya selama ber-internet ria, jadi jangan dianggap serius dan menjadikan tulisan ini sebagai rujukan dalam daftar pustaka karya ilmiahmu! Tulisan ini murni untuk edukasi supaya masyarakat awam dan pengguna newbie tergambar sebetulnya website itu apa, melalui pilar-pilar penting yang menurut saya idealnya seharusnya ada: alamat website, hosting, konten dan fitur pengguna. Tanpa ada salah satu, website akan pincang.

1. Alamat Website

Saya yakin ini adalah pembahasan yang sangat membosankan, membahas alamat website sama boring-nya dengan membahas alamat rumah kita sendiri. Eh tapi, wait, itu adalah analogi yang sempurna! Alamat website bisa kita bayangkan sebagai alamat lengkap rumah kita. Ada jalan, nomor rumah, kelurahan atau desa, kecamatan, kota atau kabupaten bahkan nomor RT dan RW hingga kode pos. Apa tujuan dari alamat website ini? Sama seperti alamat fisik kita, alamat website memastikan bahwa pengunjung tidak nyasar ke website yang salah.

Ketika ingin memesan tiket pesawat maskapai Garuda, alamat website mencegah pengunjung salah mengunjungi website makanan ringan yang juga memiliki merek Garuda. Ketika akan stock frozen food dengan merek Fiesta, kamu tidak akan tersesat ke website Fiesta yang menjual… ah sudahlah~ (maksud saya merek mobil Ford Fiesta, jangan mikir aneh-aneh!). Setiap alamat website merujuk ke entitas masing-masing secara spesifik, entah itu milik orang, lembaga atau perusahaan (termasuk pemerintah).

Di alamat rumah, untuk memastikan kita tidak salah, kita perlu direktori alias kumpulan alamat-alamat untuk membantu kita menavigasi. Di dunia nyata, kita bergantung pada Maps (kalau dulu ada Yellow Pages). Bagaimana dengan alamat website? Yaps, fungsi yang sama diemban oleh: Google (dan mesin pencari lain yang mengindeks) Google mengumpulkan (collecting) alamat-alamat website yang tersebar di internet, memasukkannya dalam daftar indeks, saat pengguna mencari kata kunci tertentu, Google akan menyodorinya hasil yang relevan. Sebetulnya sesederhana itu fungsi dari alamat website, tapi kamu akan mendapat banyak wawasan lagi ketika membaca post tentang apa itu alamat website di pranala ini.

2. Hosting/Tanah Virtual

Alamat website bisa dikatakan satu hal yang harus kita miliki sebelum memiliki website, versi saya sebagai orang awam (bukan teknisi/programmer!). Alamat website berfungsi sebagai jaminan bahwa “disini, saya eksis!”. Dia juga berfungsi sebagai identitas online kita di internet. Begitu sudah memiliki alamat sekaligus identitas, kita akan pusing memikirkan aspek selanjutnya yaitu Hosting. Kita tidak perlu menganalogikan hosting itu layaknya tanah. Aha! Itu dia, setelah memiliki alamat website, kita perlu tanah! Apalah fungsi alamat tanpa adanya tempat untuk bernaung, kan? Kalau kamu mau tahu apa itu hosting dan apa saja jenis-jenis hosting, kamu bisa cek link ini.

Hosting memiliki fungsi yang sama persis. Dia ibarat tanah tempat kamu menaruh website-mu. Sama seperti di kompleks perumahan, setelah memiliki alamat kamu juga harus punya tanah untuk “menaruh” rumahmu. Tanpa ini? Kamu seperti memdendangkan alamat palsu: alamatnya ada, eksistensinya tiada… Kalau kamu pernah mendengar istilah server, hosting sebetulnya salah satu bagian dari itu. Kalau server (apalagi bahasa Indonesianya: peladen) terasa asing di kepalamu, pada dasarnya server itu seperti komputer yang kita miliki di rumah! Mereka tak ubahnya perangkat keras yang kita gunakan, hanya saja lebih canggih.

Mengapa saya bilang “hanya saja” dimiringkan? Untuk memberi penegasan bahwa mereka bukan sekadar komputer biasa. Canggih disini berarti bisa mengantarkan website kita online ke jagad dunia maya. Dia sebetulnya tak ubahnya seperti kapasitas penyimpanan di laptop atau hp kita. Hanya saja dia memiliki kemampuan magis untuk menyebarluaskan website kita yang disimpan disitu ke dunia internet secara tepat waktu (Real Time). Sesuatu yang komputer personal (Personal Computer alias PC) kita tidak bisa lakukan karena kentang-nya spesifikasi dan skill kit membatasi semua kemungkinan itu. Menyewa hosting, sebetulnya menitipkan konten kita (yang tentu sudah ada alamatnya) untuk di-online-kan.

3. Fitur Pengguna (User Interface dan User Experience)

Website itu sebetulnya tidak sesederhana yang kamu bayangkan. Ketika kamu memiliki bisnis jual beli barang, sudah barang tentu kamu ingin websitemu menjadi kanal usaha, bukan? Kamu berharap website tempat closing bagi para penggunanya. Bagaimana supaya pengguna membeli barang dari website kamu? Tentu ada fitur-fitur yang harus kamu sematkan agar penggunamu dapat bertransaksi di website kamu Atau jika sesederhana kamu hanya ingin sharing informasi? Tentu kamu berharap pembaca tidak langsung klik tombol close untuk menutup artikelmu, melainkan kamu berharap ia lanjut membaca artikel-artikelmu yang lain.

Untuk kamu yang memiliki usaha entah barang atau jasa, kamu perlu fitur yang mengantarkan pengguna untuk bertransaksi. Kita sebut ini sebagai Call to Action (CTA) yang istilahya populer di dunia marketing. Fungsinya untuk mengarahkan pengguna layanan melakukan closing melalui website kita sebagai medianya. Alternatifnya bermacam-macam, mulai dari yang paling sederhana ada tombol “Hubungi Kami” untuk bertransaksi melalui, WA misalnya (atau email jika ingin lebih formal). Bahkan ada yang advance ketika pengguna klik tombol “Pesan”, akan muncul laman pembayaran dengan berbagai payment channel (termasuk yang mengakomodasi cara pembayaran populer seperti QRIS).

Kamu juga berharap penggunamu melihat-lihat barang atau layanan lain? Kamu perlu membuat fitur katalog untuk diselami oleh pembaca. Agar memudahkan mereka mencari apa yang dibutuhkan, kamu bisa menyematkan fitur “Search” atau kolom pencarian. Jika transaksi selesai, kamu bisa memberi bukti pemesanan atau tracking airwaybills untuk mengetahui riwayat pengiriman. Semua ini digunakan untuk memudahkan pengguna website saat menikmati pengalaman menggunakan bisnis kita. Kalau bukan untuk bisnis misalnya websitemu memberikan edukasi? Kamu sesederhana bisa menyematkan fitur “Next” atau “Previous” post, daftar isi, post yang relevan atau sekadar tombol “Share”.

Semua website pasti memiliki polanya masing-masing untuk memanjakan pengguna layanannya. Website seperti sosial media mengharapkan penggunanya terus scrolling, maka fitur seperti auto scroll disematkan. Agar tidak ketinggalan update idol mereka, fitur Follow atau Subscribe ada. Bahkan untuk membeli produk dari katalog yang dipasarkan suatu brand di sosial media, website terhubung dengan laman untuk bertransaksi, lengkap dengan metode pembayaran dan kurir pengiriman. Bisa dikatakan, ini adalah ujung tombak yang membuatmu menentukan kemana arah pengguna, apakah sudah sejalan dengan yang kamu harapkan?

Website yang gagal adalah website yang tidak dapat memahami pola penggunanya. Misalnya, dia menjual produk, tapi hanya ada deskripsi lengkap produk, tanpa ada fitur bagaimana cara membelinya? Jangan heran pembeli akan kabur dan kapok menandai website kamu tidak fungsional, dan ujung-ujungnya kamu kaget mengapa website kamu sepi jika kamu tidak menyediakan katalog atau sekadar tombol navigasi sederhana: “Next”. Kalau kamu tidak mau pusing, langkah pertama untuk membangun fitur adalah memilih tema website, yang bisa kamu baca lengkap kiatnya disini.

4. Konten Post Artikel

Kamu menjual barang atau jasa dengan kualitas terbaik? Memiliki buku fisik yang dibuat sangat bagus untuk menyentuh perasaan pembaca? Semua itu bullshit jika kamu tidak menyebarluaskannya ke jagad internet! Agar websitemu ramai secara alami, ada kanal yang teruji selama puluhan tahun sebagai media membuat websitemu ramai: mesin pencari! Mesin seperti Google sangat membantu menyebarluaskan websitemu apapun urusan yang ingin kamu sebarluaskan, jika kamu tahu bagaimana cara melakukan optimasinya. Kamu harus “berteriak” secara berkala kepada mereka agar mereka mengetahui kalau kamu itu eksis. Tanpa melakukan itu, websitemu akan tenggelam diantara teriakan jutaan website-website lain.

Disinilah kamu harus rajin membuat konten. Sebagai website, sangat sangat menganjurkan kamu membuat konten berbentuk post artikel sebagai konten dominan. Konten multimedia seperti gambar atau video boleh saja, asal diselingi dengan caption yang mendeskripsikan secara panjang kali lebar, organik dan menarik. Kalau kamu malas? Jangan bermain website! Manfaatkan saja sosial mediamu. Pada website, kata-kata menjadi ujung tombak yang sangat sempurna agar diperhatikan oleh Google. Tanpa ini, layanan atau apapun yang kamu ingin sebarluaskan tidak akan bisa dikonsumsi oleh pengguna di luar sana. Buku fisikmu tidak akan laku tanpa sinopsis yang menarik perhatian pembaca yang kamu deskripsikan melalui artikelmu di website. Bingung menulis apa? Kamu bisa membaca post ini untuk inspirasi isi dari artikel pertamamu.

3 Pilar Telah Lengkap, Kamu Tinggal Melengkapi Pilar Terakhir: Menulis!

Kita sudah membahas bahwa semua pilar tersebut di atas harus dipenuhi secara berurutan dan simultan. Mulai dari mencari alamat website, menyewa tanah virtual bernama hosting, hingga membangun website lengkap dengan fitur-fitur penggunanya. Semua neraka tahapan itu bisa kamu baca di post jujur tentang lika-liku membangun website dari nol ini. Membangun website sendiri bukan perkara mudah. Ada keringat yang menetes, mata yang lelah dan kopi yang menggerus ngantukmu di setiap waktu dan tenagamu yang terperas untuk memahami betapa sulitnya membangun pilar-pilar website itu dari awal. Kalau kamu tidak percaya, silahkan buktikan sendiri!!!

Tapi, kamu jangan khawatir. Di platform Website Gratis Selamanya yang dirilis situse.org, kamu tidak perlu pusing dengan 3 pilar pertama yang saya jabarkan. Kamu jangan bingung dimana kamu menaruh alamat websitemu, berapa harga sewa hosting tahunan yang tidak terjangkau serta memilih tema website yang mengakomodasi fitur pengguna. Tiga pilar itu telah lengkap ada di situse.org dan best part-nya, gratis! Tidak perlu ada biaya apapun untuk memenuhi tiga pilar website gratis itu di situse.org. Kamu tinggal melengkapi pilar terakhir dan justru paling penting untuk meramaikan websitemu: membuat konten, menulis artikel post yang berkualitas dengan jari jemari emasmu.

Kalau mau lebih mantap lagi, sebetulnya ada 1 pilar yang tak kalah pentingnya yaitu optimisasi di mesin pencari alias yang kita kenal sebagai Search Engine Optimization (SEO) untuk melengkapi pengalaman hebatmu mengembangkan website. Kasarannya jika yang kita bangun di atas adalah seperti membangun rumah dan mengisi perlengkapan di dalamnya, SEO ini seperti mempromosikan usaha atau apapun yang kamu ingin share ke khalayak umum dengan sangat efektif! Ada kolom khusus di situse.org yang membahas terkait optimasi ini, bisa kamu klik berikut: Buku Saku SEO untuk Blogger (BSSB) agar supaya websitemu lebih powerfull lagi!

Cuma di SITUSE.ORG, bikin web gratis segampang main sosmed! Tunggu apa lagi???

Domain dibayarin, Hosting disewain, bikin Webnya Praktis, kamu tinggal: NULIS…

Leave a Comment