Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!”
Itulah isi dari post “Hello world!” di WordPress, sebagai ketuban dan ari-ari yang mengantar situse.org lahir dari rahim internet sebagai platform yang menyediakan layanan Website Gratis Selamanya. Situse.org lahir dari hasil renungan SEOrang Blogger Indie atas keresahan dunia internet yang begitu kejam dan tidak ramah terhadap blogger perorangan. Setelah melakukan brainstorming dengan AI yang membuat SEOrang terlempar ke masa lalu di saat Indonesia masih ada di zaman golden blogging era, membuat saya menetapkan dan meneguhkan hati untuk membuat layanan Website Gratis Selamanya bagi semua kalangan yang berkomitmen dan memiliki niat untuk membangun ekosistem blogging yang sehat.
Esensi, Makna dan Arti Situse.org
1. Sebagai personifikasi, refleksi dari SEOrang
Istilah “SEOrang” saya buat untuk menggambarkan orang yang craving, memiliki dedikasi untuk belajar dan berbagi melalui kanal website atau blog, yang mana sangat identik dengan SEO sebagai kaidah untuk membuat suatu website bertengger di page one mesin pencari seperti Google, memiliki pengalaman di bidang marketing, serta paham karena terjun langsung di dunia hukum. Situse.org dapat dibaca sebagai “Situs SEOrang” (dimana kata “orang” lazim disingkat “org”). Orang yang berkeinginan kuat memahami SEO secara positif (white hat) dengan berkontribusi membangun ekosistem blogging yang sehat melalui jari emasnya yang dapat mereproduksi konten post artikel yang berkualitas. Dari trilogi membangun website: etika SEO, etika marketing dan legalitas hukum, maka dapat ditarik satu titik temu: etika teknologi atau, techtique. Inilah konsep besar situse.org.
2. Penanda komunal yang familiar di masyarakat
“Situs” sendiri merupakan transliterasi Bahasa Indonesia dari “Website” yang jamak dipakai dalam keseharian, selain transliterasi lain seperti “Laman”. Situs juga sering dipakai untuk menggambarkan penemuan penting seperti artefak, situs bersejarah (contohnya candi) atau penanda (termasuk gapura, titik nol kilometer, dan sebagainya). Situs menjadi pengingat akan sesuatu, termasuk manusia yang jika ingin diingat peradaban ya harus meninggalkan sesuatu termasuk tulisan, apalagi dengan kanal internet yang menjadi tonggak peradaban manusia modern saat ini. Bayangkan gagasan Aristoteles saja bisa bertahan ribuan tahun tanpa dokumentasi memadai, bagaimana dengan pandanganmu yang akan kekal di platform ini?
3. Komunitas sosial dan ekosistem pegiat situs
Dengan penjelasan mengenai apa itu “Situs” sebelumnya, kami memilih menggunakan domain berekstensi .org yang merujuk pada “organization” atau organisasi, suatu entitas yang memiliki sinonim non-profit. Bukan untuk mendulang keuntungan, melainkan menciptakan kemanfaatan secara luas dengan berbagi. Kami menjadi kanal informasi yang membagikan edukasi seputar Website alias “Situs”. Situse.org ini juga bisa menjadi website formal karena kesannya terbaca “Situs e-Org” alias: organisasi elektronik (e-Org) untuk situs alias website, atau dalam bahasa hukum yaitu termasuk salah satu Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Bagaimana kekuatan domain berekstensi .org sendiri? Internet menghormati kekuatan magis .org yang tidak berbasis pada profit untuk ditempatkan di tempat spesial dalam mesin pencari, memiliki kekuatan algoritma layaknya domain .com ataupun .net. Tentu akan mendongkrak website atau blogmu di situse.org secara simultan.
4. Identitas website yang membumi
Di kala jagad dunia maya jengah dengan embel-embel website gratis, termasuk layanan yang disediakan oleh platform seperti .blogspot.com, .wordpress.com atau .wix.com, kami memilih menggunakan nama yang lebih membumi bagi masyarakat indonesia. Prefix “e” dalam situse dalam Bahasa Jawa merujuk pada “nya”, sehingga “situse” mengandung nuansa lokal yang berarti “situsnya”. Kalau namamu akmal dan memiliki alamat akmal.situse.org, maka otak kita secara ajaib akan mengasosiasikannya seolah terbaca “Situse Akmal”, yang berarti maksudnya adalah “Situsnya Akmal” atau “Situs milik Akmal”. Cocok sekali untuk menggambarkan personamu atau usaha yang kamu miliki.
5. Secara kebetulan untuk Ranah Global/Internasional: situse.org bermakna “sit, use”
Bagi kamu yang ingin mencari website gratis dengan nama profesional yang dapat digunakan untuk khalayak internasional atau turut meramaikan perdagangan global, situse bisa bermakna ganda. Selain merujuk pada “situs” dalam Bahasa Indonesia, “situse” dalam Bahasa Jawa yang merepresentasikan kepemilikan, audiens luar negeri akan membaca “situse” seolah-olah berarti “Sit, Use” atau “Sit and Use”. Yang berarti untuk menggunakan layananmu, mereka cukup duduk, lalu gunakan websitemu tanpa kehilangan nuansa profesionalitasmu. Sehingga situse.org dapat memiliki banyak arti untuk audiens formal, lokal maupun global. Menarik, bukan?
Mau Website Gratis Selamanya? Bisa digunakan untuk audiens profesional, lokal maupun global?
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.